Mengenal Economic Order Quantity (EOQ): Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Cara Menentukan Jumlah Pesanan Optimal dalam Manajemen Persediaan
![]() |
| Ilustrasi perhitungan Economic Order Quantity untuk menentukan jumlah pemesanan barang paling optimal dalam manajemen persediaan bisnis. (Foto: BicaraLogistik/pexels) |
BicaraLogistik.com - Dalam dunia bisnis yang berkaitan dengan persediaan barang, menentukan jumlah pemesanan yang tepat menjadi salah satu tantangan utama.
Kesalahan dalam menentukan jumlah pesanan dapat menyebabkan biaya penyimpanan membengkak atau bahkan kehabisan stok yang berdampak pada penjualan. Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan biasanya menggunakan metode Economic Order Quantity atau EOQ.
Konsep ini menjadi salah satu pendekatan klasik dalam manajemen inventory karena mampu membantu perusahaan menemukan jumlah pembelian paling efisien dengan mempertimbangkan biaya operasional.
Dengan memahami metode EOQ, bisnis dapat mengontrol biaya sekaligus menjaga ketersediaan produk secara optimal.
Apa itu Economic Order Quantity (EOQ)
Economic Order Quantity atau EOQ adalah metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan barang paling optimal sehingga total biaya persediaan dapat diminimalkan. Biaya yang dimaksud mencakup biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.
Konsep EOQ pertama kali diperkenalkan oleh Ford W. Harris pada tahun 1913 dan hingga saat ini masih digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan persediaan.
Metode ini bekerja dengan asumsi bahwa permintaan produk relatif stabil sepanjang periode tertentu dan perusahaan mampu memperkirakan kebutuhan tahunan dengan cukup akurat.
Dengan menggunakan pendekatan EOQ, perusahaan dapat mengetahui kapan waktu terbaik untuk melakukan pemesanan ulang serta berapa jumlah barang yang harus dipesan agar biaya tidak berlebihan.
Manfaat Economic Order Quantity (EOQ) dalam bisnis
Penerapan metode EOQ memberikan berbagai manfaat strategis bagi operasional perusahaan.
1. Mengurangi biaya penyimpanan
Dengan jumlah pesanan yang optimal, perusahaan tidak perlu menyimpan stok berlebihan. Hal ini membantu menekan biaya gudang, asuransi, risiko kerusakan, hingga penyusutan nilai barang.
2. Mencegah kehabisan stok
EOQ membantu menentukan frekuensi pemesanan yang tepat sehingga perusahaan dapat menjaga ketersediaan barang dan menghindari kehilangan peluang penjualan akibat stok kosong.
3. Mengoptimalkan proses pemesanan
Perusahaan dapat merencanakan pembelian secara lebih terstruktur karena jumlah dan waktu pemesanan sudah diperhitungkan berdasarkan analisis biaya.
4. Meningkatkan efisiensi pengelolaan inventory
Metode ini memberikan gambaran jelas mengenai kebutuhan persediaan sehingga proses pengendalian stok menjadi lebih efisien dan terukur.
Perbedaan Economic Order Quantity dan Economic Production Quantity
Dalam manajemen persediaan terdapat dua model yang sering dibandingkan, yaitu EOQ dan Economic Production Quantity atau EPQ. Meskipun memiliki tujuan yang sama yaitu meminimalkan biaya, keduanya memiliki perbedaan mendasar.
1. Fokus aktivitas
EOQ digunakan ketika perusahaan membeli barang dari pemasok eksternal, sedangkan EPQ digunakan pada perusahaan yang memproduksi barang sendiri.
2. Variabel perhitungan
Perhitungan EOQ hanya mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Sementara itu EPQ juga memasukkan faktor tingkat produksi karena barang dibuat secara bertahap.
3. Konteks penggunaan
EOQ lebih umum digunakan pada bisnis distribusi dan perdagangan, sedangkan EPQ banyak diterapkan pada industri manufaktur.
Rumus Economic Order Quantity
Untuk menghitung EOQ, terdapat tiga komponen utama yang perlu diketahui terlebih dahulu.
S adalah biaya pemesanan setiap kali melakukan order.
D adalah jumlah permintaan atau kebutuhan barang dalam satu tahun.
H adalah biaya penyimpanan per unit barang dalam satu tahun.
Rumus EOQ adalah sebagai berikut:
EOQ = akar dari (2 × S × D dibagi H)
Dengan menggunakan rumus tersebut, perusahaan dapat menemukan jumlah pesanan yang menghasilkan total biaya paling efisien antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.
Contoh perhitungan Economic Order Quantity
Misalnya sebuah perusahaan memiliki kebutuhan barang sebanyak 500 unit per tahun. Biaya pemesanan setiap order sebesar Rp1.000.000 dan biaya penyimpanan per unit per tahun sebesar Rp50.000.
Perhitungan EOQ dapat dilakukan sebagai berikut:
EOQ = akar dari (2 × 500 × 1.000.000 dibagi 50.000)
Hasil perhitungan menunjukkan nilai 100 unit.
Artinya jumlah pemesanan paling optimal adalah 100 unit setiap kali melakukan order. Dengan jumlah tersebut, perusahaan dapat meminimalkan total biaya persediaan.
Kesimpulan
Economic Order Quantity merupakan metode penting dalam manajemen inventory yang membantu perusahaan menentukan jumlah pembelian paling efisien.
Dengan memahami rumus dan cara menghitung EOQ, bisnis dapat mengurangi biaya operasional, menjaga ketersediaan stok, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan.
Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, penggunaan metode analisis seperti EOQ menjadi salah satu strategi yang dapat membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis data dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang.***
