Telusuri
Bicara Logistik
Konten gratis ini bermanfaat?
Dukung kami agar terus berbagi insight logistik berkualitas.
Traktir Kopi di Saweria
  • News
  • Logistik
  • Supply Chain
  • Warehouse
  • Inventory
  • Teknologi
Bicara Logistik
Telusuri
Beranda Headline Inventory Mengenal Economic Order Quantity (EOQ): Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Cara Menentukan Jumlah Pesanan Optimal dalam Manajemen Persediaan
Headline Inventory

Mengenal Economic Order Quantity (EOQ): Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Cara Menentukan Jumlah Pesanan Optimal dalam Manajemen Persediaan

Pelajari EOQ lengkap: pengertian, rumus, contoh perhitungan, manfaat, dan cara menentukan jumlah pesanan optimal untuk efisiensi biaya bisnis.
BicaraLogistik
BicaraLogistik
17 Feb, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Ilustrasi perhitungan Economic Order Quantity untuk menentukan jumlah pemesanan barang paling optimal dalam manajemen persediaan bisnis. (Foto: BicaraLogistik/pexels)
Ilustrasi perhitungan Economic Order Quantity untuk menentukan jumlah pemesanan barang paling optimal dalam manajemen persediaan bisnis. (Foto: BicaraLogistik/pexels)

BicaraLogistik.com - Dalam dunia bisnis yang berkaitan dengan persediaan barang, menentukan jumlah pemesanan yang tepat menjadi salah satu tantangan utama.

Kesalahan dalam menentukan jumlah pesanan dapat menyebabkan biaya penyimpanan membengkak atau bahkan kehabisan stok yang berdampak pada penjualan. Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan biasanya menggunakan metode Economic Order Quantity atau EOQ.

Konsep ini menjadi salah satu pendekatan klasik dalam manajemen inventory karena mampu membantu perusahaan menemukan jumlah pembelian paling efisien dengan mempertimbangkan biaya operasional.

Dengan memahami metode EOQ, bisnis dapat mengontrol biaya sekaligus menjaga ketersediaan produk secara optimal.

Apa itu Economic Order Quantity (EOQ)

Economic Order Quantity atau EOQ adalah metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan barang paling optimal sehingga total biaya persediaan dapat diminimalkan. Biaya yang dimaksud mencakup biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.

Konsep EOQ pertama kali diperkenalkan oleh Ford W. Harris pada tahun 1913 dan hingga saat ini masih digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan persediaan.

Metode ini bekerja dengan asumsi bahwa permintaan produk relatif stabil sepanjang periode tertentu dan perusahaan mampu memperkirakan kebutuhan tahunan dengan cukup akurat.

Dengan menggunakan pendekatan EOQ, perusahaan dapat mengetahui kapan waktu terbaik untuk melakukan pemesanan ulang serta berapa jumlah barang yang harus dipesan agar biaya tidak berlebihan.

Manfaat Economic Order Quantity (EOQ) dalam bisnis

Penerapan metode EOQ memberikan berbagai manfaat strategis bagi operasional perusahaan.

1. Mengurangi biaya penyimpanan

Dengan jumlah pesanan yang optimal, perusahaan tidak perlu menyimpan stok berlebihan. Hal ini membantu menekan biaya gudang, asuransi, risiko kerusakan, hingga penyusutan nilai barang.

2. Mencegah kehabisan stok

EOQ membantu menentukan frekuensi pemesanan yang tepat sehingga perusahaan dapat menjaga ketersediaan barang dan menghindari kehilangan peluang penjualan akibat stok kosong.

3. Mengoptimalkan proses pemesanan

Perusahaan dapat merencanakan pembelian secara lebih terstruktur karena jumlah dan waktu pemesanan sudah diperhitungkan berdasarkan analisis biaya.

4. Meningkatkan efisiensi pengelolaan inventory

Metode ini memberikan gambaran jelas mengenai kebutuhan persediaan sehingga proses pengendalian stok menjadi lebih efisien dan terukur.

Perbedaan Economic Order Quantity dan Economic Production Quantity

Dalam manajemen persediaan terdapat dua model yang sering dibandingkan, yaitu EOQ dan Economic Production Quantity atau EPQ. Meskipun memiliki tujuan yang sama yaitu meminimalkan biaya, keduanya memiliki perbedaan mendasar.

1. Fokus aktivitas

EOQ digunakan ketika perusahaan membeli barang dari pemasok eksternal, sedangkan EPQ digunakan pada perusahaan yang memproduksi barang sendiri.

2. Variabel perhitungan

Perhitungan EOQ hanya mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Sementara itu EPQ juga memasukkan faktor tingkat produksi karena barang dibuat secara bertahap.

3. Konteks penggunaan

EOQ lebih umum digunakan pada bisnis distribusi dan perdagangan, sedangkan EPQ banyak diterapkan pada industri manufaktur.

Rumus Economic Order Quantity

Untuk menghitung EOQ, terdapat tiga komponen utama yang perlu diketahui terlebih dahulu.

S adalah biaya pemesanan setiap kali melakukan order.

D adalah jumlah permintaan atau kebutuhan barang dalam satu tahun.

H adalah biaya penyimpanan per unit barang dalam satu tahun.

Rumus EOQ adalah sebagai berikut:

EOQ = akar dari (2 × S × D dibagi H)

Dengan menggunakan rumus tersebut, perusahaan dapat menemukan jumlah pesanan yang menghasilkan total biaya paling efisien antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.

Contoh perhitungan Economic Order Quantity

Misalnya sebuah perusahaan memiliki kebutuhan barang sebanyak 500 unit per tahun. Biaya pemesanan setiap order sebesar Rp1.000.000 dan biaya penyimpanan per unit per tahun sebesar Rp50.000.

Perhitungan EOQ dapat dilakukan sebagai berikut:

EOQ = akar dari (2 × 500 × 1.000.000 dibagi 50.000)

Hasil perhitungan menunjukkan nilai 100 unit.

Artinya jumlah pemesanan paling optimal adalah 100 unit setiap kali melakukan order. Dengan jumlah tersebut, perusahaan dapat meminimalkan total biaya persediaan.

Kesimpulan

Economic Order Quantity merupakan metode penting dalam manajemen inventory yang membantu perusahaan menentukan jumlah pembelian paling efisien.

Dengan memahami rumus dan cara menghitung EOQ, bisnis dapat mengurangi biaya operasional, menjaga ketersediaan stok, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, penggunaan metode analisis seperti EOQ menjadi salah satu strategi yang dapat membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis data dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang.***

Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Suka artikel ini?
Dukung kami dengan traktiran kopi agar kami bisa terus membuat konten logistik gratis & berkualitas untuk Anda.
Traktir Kopi Traktir Kopi Sekarang
🙏 Setiap dukungan Anda sangat berarti untuk keberlangsungan blog ini.

Featured Post

Mengenal Metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average dalam Manajemen Persediaan Barang Gudang untuk Efisiensi Stok Bisnis

BicaraLogistik- Maret 14, 2026 0
Mengenal Metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average dalam Manajemen Persediaan Barang Gudang untuk Efisiensi Stok Bisnis
Ilustrasi sistem manajemen persediaan di gudang menggunakan metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average untuk mengatur keluar masuk barang secara efisien. (Foto: Bica…
Traktir Kopi Traktir Kopi

Most Popular

Apa Itu Cold Chain dalam Logistik? Pengertian, Fungsi, Komponen, Teknologi Pendingin, dan Perannya dalam Rantai Pasok Modern

Apa Itu Cold Chain dalam Logistik? Pengertian, Fungsi, Komponen, Teknologi Pendingin, dan Perannya dalam Rantai Pasok Modern

Maret 13, 2026
Mengenal Metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average dalam Manajemen Persediaan Barang Gudang untuk Efisiensi Stok Bisnis

Mengenal Metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average dalam Manajemen Persediaan Barang Gudang untuk Efisiensi Stok Bisnis

Maret 14, 2026
Fleet Management System: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Manfaat, dan Teknologi Software untuk Mengelola Armada Kendaraan Bisnis

Fleet Management System: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Manfaat, dan Teknologi Software untuk Mengelola Armada Kendaraan Bisnis

Maret 12, 2026
Jangan Sampai Salah Pilih! Ini Kriteria Gudang Logistik yang Baik Agar Barang Aman, Tidak Rusak, dan Siap Dikirim Tepat Waktu

Jangan Sampai Salah Pilih! Ini Kriteria Gudang Logistik yang Baik Agar Barang Aman, Tidak Rusak, dan Siap Dikirim Tepat Waktu

Februari 15, 2026
Perbedaan WMS dan SCM dalam Manajemen Logistik: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Peran Warehouse Management System dalam Supply Chain Management

Perbedaan WMS dan SCM dalam Manajemen Logistik: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Peran Warehouse Management System dalam Supply Chain Management

Maret 10, 2026

Editor Post

Bukan Lagi Soal Profit! Ini Alasan Kenapa Data Logistik Jadi Senjata Rahasia Investor Saat Menilai Bisnis

Bukan Lagi Soal Profit! Ini Alasan Kenapa Data Logistik Jadi Senjata Rahasia Investor Saat Menilai Bisnis

Februari 14, 2026
Jangan Sampai Salah Pilih! Ini Kriteria Gudang Logistik yang Baik Agar Barang Aman, Tidak Rusak, dan Siap Dikirim Tepat Waktu

Jangan Sampai Salah Pilih! Ini Kriteria Gudang Logistik yang Baik Agar Barang Aman, Tidak Rusak, dan Siap Dikirim Tepat Waktu

Februari 15, 2026
Apa Itu Stevedoring di Pelabuhan? Kenali Proses Bongkar Muat Barang yang Bisa Pengaruhi Kelancaran Bisnis dan Distribusi

Apa Itu Stevedoring di Pelabuhan? Kenali Proses Bongkar Muat Barang yang Bisa Pengaruhi Kelancaran Bisnis dan Distribusi

Februari 16, 2026

Popular Post

Apa Itu Cold Chain dalam Logistik? Pengertian, Fungsi, Komponen, Teknologi Pendingin, dan Perannya dalam Rantai Pasok Modern

Apa Itu Cold Chain dalam Logistik? Pengertian, Fungsi, Komponen, Teknologi Pendingin, dan Perannya dalam Rantai Pasok Modern

Maret 13, 2026
Mengenal Metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average dalam Manajemen Persediaan Barang Gudang untuk Efisiensi Stok Bisnis

Mengenal Metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average dalam Manajemen Persediaan Barang Gudang untuk Efisiensi Stok Bisnis

Maret 14, 2026
Fleet Management System: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Manfaat, dan Teknologi Software untuk Mengelola Armada Kendaraan Bisnis

Fleet Management System: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Manfaat, dan Teknologi Software untuk Mengelola Armada Kendaraan Bisnis

Maret 12, 2026

Populart Categoris

  • Inventory
  • Logistik
  • News
  • Teknologi
  • Warehouse
  • supply chain
  • Disclaimer
  • Privacy
  • About Me
  • Contact Us
  • Sitemap