-->
Telusuri
  • Facebook
  • Instagram
BicaraLogistik.com
IKLAN
Slot Premium Tersedia
Space Available
Tertarik? Hubungi Kami:
Email berhasil disalin!
  • News
  • Logistik
  • Supply Chain
  • Warehouse
  • Inventory
  • Teknologi
  • Delivery
  • Karir
BicaraLogistik.com
Telusuri
Beranda Headline Inventory Apa Itu Reorder Point? Pengertian, Rumus, Cara Menghitung, Contoh Perhitungan, dan Manfaatnya dalam Manajemen Persediaan
Headline Inventory

Apa Itu Reorder Point? Pengertian, Rumus, Cara Menghitung, Contoh Perhitungan, dan Manfaatnya dalam Manajemen Persediaan

Reorder point adalah titik pemesanan ulang stok. Pelajari pengertian, manfaat, rumus, contoh perhitungan, dan cara menentukan ROP secara tepat.
BicaraLogistik
BicaraLogistik
26 Feb, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Ilustrasi perhitungan reorder point untuk menentukan waktu pemesanan ulang stok sebelum persediaan habis di gudang. (Foto: BicaraLogistik/pexels)
Ilustrasi perhitungan reorder point untuk menentukan waktu pemesanan ulang stok sebelum persediaan habis di gudang. (Foto: BicaraLogistik/pexels)

BicaraLogistik.com - Reorder point merupakan salah satu konsep penting dalam manajemen persediaan yang berfungsi untuk menentukan kapan perusahaan harus melakukan pemesanan ulang barang. Tanpa perhitungan yang tepat, bisnis berisiko mengalami kehabisan stok atau justru kelebihan persediaan yang berdampak pada biaya operasional yang tinggi.

Dengan memahami reorder point secara akurat, perusahaan dapat menjaga keseimbangan antara permintaan pelanggan dan ketersediaan barang di gudang.

Hal ini sangat penting terutama bagi bisnis ritel, distribusi, maupun manufaktur yang memiliki perputaran stok tinggi.

Pengertian Reorder Point Dalam Manajemen Persediaan

Reorder point adalah titik batas jumlah persediaan di mana perusahaan harus segera melakukan pemesanan ulang sebelum stok benar-benar habis. Konsep ini membantu bisnis menentukan waktu terbaik untuk melakukan pembelian agar operasional tetap berjalan lancar.

Masih banyak pelaku usaha yang menentukan pemesanan hanya berdasarkan perkiraan atau intuisi. Pendekatan seperti ini berisiko menimbulkan ketidakseimbangan stok karena tidak mempertimbangkan data permintaan dan waktu pengiriman dari pemasok.

Dengan menggunakan metode reorder point, keputusan pemesanan dapat dilakukan secara lebih terukur dan berbasis data sehingga risiko kesalahan dapat diminimalkan.

Masalah yang Muncul Jika Bisnis Tidak Menggunakan Reorder Point

Tanpa penerapan reorder point yang tepat, perusahaan dapat menghadapi berbagai masalah operasional yang mengganggu stabilitas bisnis.

Salah satu risiko terbesar adalah kehabisan stok saat permintaan sedang tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya peluang penjualan serta menurunnya kepercayaan pelanggan karena produk tidak tersedia ketika dibutuhkan.

Sebaliknya, kelebihan stok juga menjadi masalah serius. Barang yang terlalu lama disimpan dapat menimbulkan biaya penyimpanan tinggi, risiko kerusakan, hingga potensi penurunan nilai produk akibat perubahan tren pasar.

Kedua kondisi tersebut sama-sama merugikan perusahaan karena berdampak langsung pada arus kas dan profitabilitas.

Manfaat Penggunaan Reorder Point Dalam Bisnis

Penerapan reorder point memberikan berbagai manfaat strategis bagi perusahaan dalam mengelola persediaan.

Perusahaan dapat mengurangi risiko kehabisan stok karena pemesanan dilakukan sebelum persediaan mencapai titik kritis. Selain itu, reorder point membantu menjaga tingkat stok tetap optimal sehingga tidak terjadi penumpukan barang di gudang.

Manfaat lainnya adalah efisiensi biaya operasional. Dengan stok yang terkendali, biaya penyimpanan dan biaya pemesanan dapat ditekan secara lebih efektif.

Dalam sektor manufaktur, reorder point juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku sehingga proses produksi tidak terganggu akibat kekurangan material.

Komponen Penting Dalam Perhitungan Reorder Point

Perhitungan reorder point umumnya melibatkan tiga komponen utama yang saling berkaitan.

Lead time demand merupakan jumlah kebutuhan barang selama periode waktu tunggu pengiriman dari pemasok. Nilai ini dihitung berdasarkan rata-rata penjualan harian dikalikan dengan durasi lead time.

Safety stock adalah persediaan cadangan yang disiapkan untuk mengantisipasi ketidakpastian permintaan atau keterlambatan pengiriman.

Reorder point adalah hasil penjumlahan antara lead time demand dan safety stock yang menunjukkan kapan perusahaan harus melakukan pemesanan ulang.

Cara Menghitung Lead Time Demand

Lead time merupakan waktu yang dibutuhkan sejak pemesanan dilakukan hingga barang diterima di gudang. Durasi ini bisa bervariasi tergantung jarak pemasok, metode transportasi, serta proses administrasi pengiriman.

Sebagai contoh, jika lead time pengiriman adalah 49 hari dan rata-rata penjualan harian sebesar 10 unit, maka kebutuhan selama masa tunggu dapat dihitung sebagai berikut.

Lead time demand = 49 x 10 = 490 unit

Artinya, perusahaan harus memiliki minimal 490 unit stok untuk memenuhi permintaan selama menunggu pengiriman berikutnya.

Cara Menghitung Safety Stock

Safety stock digunakan sebagai cadangan untuk menghadapi kondisi tidak terduga seperti lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman.

Rumus yang umum digunakan adalah

Safety stock = (penjualan harian tertinggi x lead time terlama) – (rata-rata penjualan harian x rata-rata lead time)

Misalnya penjualan tertinggi mencapai 20 unit per hari dengan lead time terlama 54 hari, sedangkan rata-rata penjualan 10 unit per hari dengan lead time 49 hari, maka hasilnya adalah

Safety stock = (20 x 54) – (10 x 49) = 590 unit

Rumus Menghitung Reorder Point

Setelah mendapatkan nilai lead time demand dan safety stock, reorder point dapat dihitung dengan rumus sederhana.

Reorder point = lead time demand + safety stock

Berdasarkan contoh sebelumnya, perhitungannya adalah

490 + 590 = 1080 unit

Hal ini berarti perusahaan harus melakukan pemesanan ulang ketika stok tersisa 1080 unit agar tidak terjadi kekurangan barang.

Strategi Menentukan Reorder Point yang Optimal

Agar reorder point memberikan hasil maksimal, perusahaan perlu melakukan evaluasi data permintaan secara berkala. Perubahan tren pasar, musim penjualan, dan kondisi ekonomi dapat memengaruhi kebutuhan stok.

Menggunakan sistem manajemen persediaan berbasis teknologi juga dapat membantu memperbarui data secara otomatis sehingga keputusan pemesanan menjadi lebih akurat.

Selain itu, perusahaan perlu mempertimbangkan kondisi keuangan sebelum menentukan jumlah pemesanan. Stok yang terlalu besar dapat membebani arus kas meskipun secara operasional terlihat aman.

Kesimpulan

Reorder point merupakan alat penting dalam manajemen persediaan untuk menentukan kapan perusahaan harus melakukan pemesanan ulang barang. Dengan perhitungan yang tepat, bisnis dapat menghindari risiko kehabisan stok maupun kelebihan persediaan.

Penerapan reorder point yang efektif membantu meningkatkan efisiensi operasional, menjaga kepuasan pelanggan, serta mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap perusahaan yang bergantung pada pengelolaan stok sebaiknya memahami dan menerapkan konsep ini secara konsisten.***

Ditulis oleh Genial Arasy - profesional dibidang logistik, warehouse, dan supply chain perusahaan ritel nasional.

Yuk gabung channel whatsapp BicaraLogistik.com untuk mendapatkan update gratis seputar Manajemen gudang, Supply chain, dan teknologi logistik modern. Klik di sini (JOIN)

Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

SLOT IKLAN TERSEDIA

Space Available

Promosikan produk atau jasa Anda tepat di hadapan pembaca setia kami.

Tertarik? Hubungi Kami:
Salin sukses! Siap mengirim email.
SLOT IKLAN TERSEDIA

Space Available

Promosikan produk atau jasa Anda tepat di hadapan pembaca setia kami.

Tertarik? Hubungi Kami:
Salin sukses! Siap mengirim email.
Suka artikel ini?
Dukung kami dengan traktiran kopi agar kami bisa terus membuat konten logistik gratis & berkualitas untuk Anda.
Traktir Kopi Traktir Kopi Sekarang
🙏 Setiap dukungan Anda sangat berarti untuk keberlangsungan blog ini.

Featured Post

Auto Stock Correction: Pengertian, Fungsi, Penyebab Selisih Stok, dan Cara Koreksi Stok Otomatis di Gudang

BicaraLogistik- Agustus 25, 2026 0
Auto Stock Correction: Pengertian, Fungsi, Penyebab Selisih Stok, dan Cara Koreksi Stok Otomatis di Gudang
Auto Stock Correction membantu perusahaan menjaga akurasi inventory melalui otomatisasi koreksi stok, sistem gudang, RFID, dan monitoring real-time. (Foto: Bic…
Traktir Kopi Traktir Kopi

Most Popular

Memahami Proses Logistik dari Hulu ke Hilir dalam Supply Chain Management Modern untuk Meningkatkan Efisiensi Distribusi Bisnis

Memahami Proses Logistik dari Hulu ke Hilir dalam Supply Chain Management Modern untuk Meningkatkan Efisiensi Distribusi Bisnis

Maret 04, 2026
Apa Itu Warehouse dalam Jasa Logistik? Ini Pengertian, Jenis, dan Fungsinya yang Jarang Dipahami Pebisnis

Apa Itu Warehouse dalam Jasa Logistik? Ini Pengertian, Jenis, dan Fungsinya yang Jarang Dipahami Pebisnis

Februari 13, 2026
Zone Occupancy Rate dalam Warehouse: Pengertian, Rumus, Manfaat, Cara Mengukur, dan Strategi Optimalisasi Ruang Gudang

Zone Occupancy Rate dalam Warehouse: Pengertian, Rumus, Manfaat, Cara Mengukur, dan Strategi Optimalisasi Ruang Gudang

Agustus 09, 2026
Auto Stock Correction: Pengertian, Fungsi, Penyebab Selisih Stok, dan Cara Koreksi Stok Otomatis di Gudang

Auto Stock Correction: Pengertian, Fungsi, Penyebab Selisih Stok, dan Cara Koreksi Stok Otomatis di Gudang

Agustus 25, 2026
Route Deviation dalam Logistik: Pengertian, Penyebab, Dampak, Cara Mendeteksi, dan Strategi Pencegahannya

Route Deviation dalam Logistik: Pengertian, Penyebab, Dampak, Cara Mendeteksi, dan Strategi Pencegahannya

Agustus 13, 2026

Editor Post

Rahasia Dark Store: Cara Retail Kirim Belanjaan Dalam Hitungan Menit Tanpa Toko Fisik

Rahasia Dark Store: Cara Retail Kirim Belanjaan Dalam Hitungan Menit Tanpa Toko Fisik

Februari 17, 2026
Mengenal Economic Order Quantity (EOQ): Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Cara Menentukan Jumlah Pesanan Optimal dalam Manajemen Persediaan

Mengenal Economic Order Quantity (EOQ): Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Cara Menentukan Jumlah Pesanan Optimal dalam Manajemen Persediaan

Februari 18, 2026
Warehouse Management System: Pengertian, Manfaat, Fitur Lengkap, dan Cara Integrasi WMS dengan ERP untuk Efisiensi Gudang Modern

Warehouse Management System: Pengertian, Manfaat, Fitur Lengkap, dan Cara Integrasi WMS dengan ERP untuk Efisiensi Gudang Modern

Februari 16, 2026

Popular Post

Memahami Proses Logistik dari Hulu ke Hilir dalam Supply Chain Management Modern untuk Meningkatkan Efisiensi Distribusi Bisnis

Memahami Proses Logistik dari Hulu ke Hilir dalam Supply Chain Management Modern untuk Meningkatkan Efisiensi Distribusi Bisnis

Maret 04, 2026
Apa Itu Warehouse dalam Jasa Logistik? Ini Pengertian, Jenis, dan Fungsinya yang Jarang Dipahami Pebisnis

Apa Itu Warehouse dalam Jasa Logistik? Ini Pengertian, Jenis, dan Fungsinya yang Jarang Dipahami Pebisnis

Februari 13, 2026
Zone Occupancy Rate dalam Warehouse: Pengertian, Rumus, Manfaat, Cara Mengukur, dan Strategi Optimalisasi Ruang Gudang

Zone Occupancy Rate dalam Warehouse: Pengertian, Rumus, Manfaat, Cara Mengukur, dan Strategi Optimalisasi Ruang Gudang

Agustus 09, 2026

Populart Categoris

  • Inventory
  • Logistik
  • News
  • Teknologi
  • Warehouse
  • supply chain
BacklinkHub Verified Publisher
  • Disclaimer
  • Privacy
  • About Me
  • Contact Us
  • Sitemap